Setelah Berkunjung Silahkan Berkomentar

Riko Anwar Saputra

Kamis, 10 Januari 2013

KOORDINASI KESEHATA



     humas, BPPSDMK ( Denpasar 5-8 Desember 2011) Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunan SDM Kesehatan Badan PPSDM Kes.( Drg. Tritarayati, SH) mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi Pembangunan Kesehatan Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan serta monitoring dan Evaluasi Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan di DTPK-DBK tahun 2011. Rapat ini dibuka oleh Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan (Suhardjono, SE, MM).
Pembangunan kesehatan di arahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan dalam kurun waktu tahun 2010-2014 ditekankan pada bebrapa program prioritas yang diantaranya adalah penyediaan, distribusi dan retensi SDM Kesehatan dan pelayanan kesehatan di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) serta Penanganan Daerah Bermasalah Kesehatan (PDBK)
Sesuai Kebijakan Kementerian Kesehatan, terdapat beberapa isu penting yang menjadi prioritas yang harus segera ditangani seperti : masalah akses terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan terdistribusinya SDM Kesehatan secara merata serta pemenuhan SDM Kesehatan di DTPK.
Pada tahun 2010 yang lalu telah dilakukan penempatan tenaga kesehatan melalui penugasan khusus sejumlah 1323 tenaga kesehatan di 39 kabupaten/kota pada 12 propinsi prioritas. Penugasan khusus tersebut, meliputi tenaga dokter spesialis/residen dan tenaga kesehatan D-III seperti perawat,gizi, kesehatan lingkungan, farmasi dan tenaga kesehatan lainnya sesuai kebutuhan tenaga. Pada tahun 2011 target direncanakan menjadi 1274 tenaga kesehatan bagi 101 Puskesmas di 35 Kabupaten/kota, dan 850 residen ditempatkan di rumah sakit-rumah sakit di wilayah DTPK. Hingga Oktober 2011 telah ditempatkan 383 residen di RSUD kabupaten/kota dan 1.376 D-III tenaga kesehatan di Puskesmas kabupaten/kota.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut dan sejauh mana telah dilaksanakan kegiatan dimaksud, maka perlu dilakukan Rapat Koordinasi Pembangunan Kesehatan di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan guna melakukan sinkronisasi program untuk memperoleh kesamaan informasi terkait program pembangunan di DTPK dan monitoring dan evaluasi penugasan khusus tenaga kesehatan di DTPK-DBK.
Dalam sambutannya Kepala Badan PPSDM Kesehatan yang diwakili oleh Sekretaris Badan PPSDM Kes. (Suhardjono, SE, MM )menyampaikan bahwa untuk mendukung program ini Kemeterian Kesehatan telah mengembangkan database tenaga kesehatan di DTPK/Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK). Sehingga untuk tahun 2011 ini diharapkan updating data untuk analis perencanaan dan distribusitenaga kesehatan, diharapkan dapat spesifik lagi.
Peserta terdiri dari : (1) Kementerian Kesehatan; (2) Lintas Sektor ( Bappenas, BNPP, Kementerian Keuangan, Kemen PAN dan RB, Kemendagri; (3) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; (4) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi; (5)Badan Kepegawaian Daerah terpilih; (6) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/kota Terpilih; (7)Fakultas Kedokteran Terpilih; (8) Rumah Sakit Umum Daerah Terpilih; (9) Politeknik Kesehatan Kemenkes Terpili

0 komentar:

Posting Komentar