Setelah Berkunjung Silahkan Berkomentar

Riko Anwar Saputra

Kamis, 10 Januari 2013

DELEGASI, KEPERCAYAAN DAN USAHA KECIL



Anda tentu berharap agar bisnis bisa berkembang terus, namun nyatanya perkembangan usaha hanya berjalan ditempat. Anda hanya sibuk mencatat, menjaga kebersihan, mengontrol persediaan barang dan pekerjaan rutin lain. Semua pekerjaan, hanya Anda sendiri yang harus mengerjakan. Hanya Anda saja yang mampu menyelesaikan semuanya. Karena itu waktu dan tenaga sudah habis untuk hal-hal rutin, Anda sulit untuk mengerjakan hal-hal yang strategis, sulit untuk bisa fokus pada usaha-usaha perencanaan perkembangan usaha.
Salah satu faktor yang menyebabkan begitu sulit untuk memberikan pekerjaan-pekerjaan rutin kepada orang lain adalah karena faktor sulitnya memberikan kepercayaan. Berarti bisnis Anda itu sesungguhnya tidak butuh siapa-siapa selain Anda sendiri. Apa Anda tidak bosen, jenuh, lelah dan membingungkan ?. Bagaimana jika suatu hari Anda sakit ?. Padahal kita tahu bisnis harus tetap berjalan terus.
Kesulitan pada awal saya membuka usaha toko, ada beberapa faktor yang menghambat memberikan kepercayaan pada pegawai yaitu :
o   Pegawai umumnya adalah orang yang baru dikenal, sehingga sulit untuk diberikan kepercayaan.
o   Tingkat pendidikannya rendah dan wawasan berpikir nya belum luas.
o   Loyalitas terhadap pekerjaan rendah, sehingga sering berganti pekerja dengan yang baru.
o   Untuk mendapatkan pegawai yang berkwalitas sulit dan mahal.
Anda harus berbagi dengan orang lain.
Memberikan kepercayaan kepada orang lain, dengan melimpahkan wewenang dan tanggung jawab formal dengan tujuan untuk melaksanakan kegiatan tertentu biasanya disebut delegasi.
Pendelegasian wewenang merupakan sesuatu yang vital dalam organisasi bisnis. Dengan begitu pegawai dan Anda bisa menjalankan operasi manajemen dengan baik. Pendelegasian wewenang adalah konsekuensi logis dari semakin besarnya organisasi bisnis.
Bila Anda sebagai atasan menghadapi banyak pekerjaan yang tak dapat Anda laksanakan sendiri lagi, maka Anda perlu melakukan delegasi. Pendelegasian juga dilakukan agar Anda sebagai manajer dapat mengembangkan bawahan sehingga lebih memperkuat organisasi, terutama di saat terjadi perubahan susunan manajemen, akibat adanya perkembangan usaha.
Yang penting disadari adalah di saat kita mendelegasikan wewenang, kita memberikan otoritas pada orang lain, namun kita sebenarnya tidak kehilangan otoritas orisinilnya. Ini yang sering dikhawatirkan oleh banyak orang. Mereka takut bila mereka melakukan delegasi, mereka akan kehilangan wewenang, padahal tidak, karena tanggung jawab tetap berada pada Anda. Anda sebagai sang atasan, sebagai pemilik usaha.
Harapan apa yang didapat dari pendelegasian.
Pendelegasian wewenang merupakan proses pembagian kerja, pengelompokan tugas sedemikian rupa, sehingga akhirnya Anda hanya mengerjakan bagian pekerjaan yang tidak dapat diserahkan kepada orang lain. Dengan pendelegasian ini, maka pegawai akan mempunyai wewenang untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Dan Anda bisa fokus pada tugas yang lebih strategis.
Wewenang merupakan alat untuk bertindak, sedangkan delegasi wewenang ( delegation of authority ) merupakan kunci dinamika organisasi. Koontz mengatakan : delegation of authority is the key of organization.
Seorang pemimpin dikatakan efektif jika ia dapat melaksanakan pendelegasian itu secara tepat. Tanpa adanya pendelegasian ini, organisasi tidak maju atau tidak bergerak, karena tidak adanya kegiatan yang dilakukan oleh para pegawai dalam perusahaan yang diarahkan kepada tercapainya tujuan perusahaan.
Bebarapa alasan mengapa diperlukan pendelegasian.
o   Memungkinkan Anda dapat mencapai lebih dari pada Anda dalam menangani setiap tugas sendiri.
o   Agar organisasi usaha dapat berfungsi lebih efisien.
o   Anda sebagai pemilik usaha dapat memusatkan tenaga kepada suatu tugas yang lebih prioritas.
o   Dapat mengembangkan keahlian pegawai sebagai suatu alat pembelajaran dari kesalahan.
o   Karena Anda mungkin perlu dukungan dan kemampuan orang lain yang dibutuhkan dalam pembuatan keputusan.
Kemungkinan terjadinya kegagalan dalam pendelegasian.
o   Anda tidak mempunyai pengetahuan atau keterampilan mengenai dasar-dasar mensupervisi orang lain.
o   Anda sebagai atasan merasa lebih dan tetap mempertahankan hak pembuatan keputusan, khususnya keputusan dengan prioritas rendah.
o   Anda selalu berpikir pendelegasian berarti menambah pegawai, dan itu biaya. Anda belum mampu menghitung keuntungan dari tambahan biaya tersebut.
o   Anda mempunyai harapan yang terlalu biasa-biasa saja.
o   Anda tidak ingin ambil resiko kalau saja bawahan salah ataupun gagal dalam menjalankan wewenangnya.
o   Anda sebagai atasan tidak bisa percaya kepada bawahan.
o   Anda sebagai atasan dari suatu organisasi, takut apabila seorang bawahan melakukan tugas dengan sangat baik dan efektif, sehingga dapat mengancam posisi Anda.
o   Anda mempunyai bawahan yang tidak menerima dengan alasan dapat menambah tanggung jawab yang sudah ada.
o   Pegawai atau bawahan takut tidak dapat menjalankan tugas-tugas dengan benar dan dikatakan gagal.
Bawahan atau pegawai Anda merasa tertekan apabila 

0 komentar:

Posting Komentar