Setelah Berkunjung Silahkan Berkomentar

Riko Anwar Saputra

Rabu, 09 Januari 2013

Perencaan Fasilitas



         secara umum fasilitas dapat didefinisikan sebagai tempat berkumpulnya orang, material, mesin, dan sebagainya untuk mencapai tujuan dari suatu industri barang atau jasa. Fasilitas harus dapat diatur dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan untuk memproduksi produk atau menyediakan jasa dengan biaya rendah, kulaitas tinggi, dan menggunakan sumber daya yang minimal (Heragu, 1997). 
Perencanaan fasilitas (
facilities planning) dalam industri digunakan untuk mengatur fasilitas yang ada agar mencapai tujuan perusahaan. Perencanaan fasilitas dibagi atas dua bagian yaitu perencanaan penempatan fasilitas (facilities location) dan perancangan fasilitas (facilities design) (Tompkins, 1984). Berikut akan diberikan gambar hirarki perencanaan fasilitas menurut Tompkins (1984).
Gambar 1. Hirarki perencanaan fasilitas (Tompkins, 1984)


Penempatan fasilitas berkaitan penentuan lokasi dari fasilitas yang menunjang produksi dan distribusi barang atau jasa. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam penempatan fasilitas yaitu kedekatan lokasi sumber bahan baku, kedekatan dengan pasar (pelanggan dan
 supplier), faktor tenaga kerja, serta faktor lain yang menunjang seperti transportasi, peraturan pemerintah, dan sebagainya. Dalam perancangan fasilitas dilakukan penentuan konfigurasi dari komponen-komponen fasilitas yang menunjang produksi dan distribusi barang atau jasa. 
Perancangan fasilitas terdiri atas:
1.     Perancangan sistem fasilitas, yang meliputi sistem struktur (gedung dan perlengkapannya), sistem pencahayaan, listrik, komunikasi, sistem keselamatan kerja, sistem sanitasi, dan sebagainya.
2.     Perancangan tata letak, yaitu penempatan semua perlengkapan, mesin dan peralatan penunjang pada lokasi-lokasi tertentu di lantai pabrik
3.     Perancangan sistem pemindahan material, yaitu mekanisme untuk memenuhi kebutuhan interaksi antar fasilitas. Pada perancangan ini juga dilakukan pemilihan alat pemindahan material.

Perencanan fasilitas merupakan persoalan kompleks dan memiliki aplikasi yang luas seperti pada bidang manufaktur, perkantoran, rumah sakit, bandara, supermarket, dan sebagainya. Perencanaan fasilitas akan menentukan bagaimana aktivitas dari aset-aset tetap dalam mendukung tercapainya tujuan perencanaan. Tujuan perencanaan fasilitas adalah:
 

1.     Meningkatkan kepuasan pelanggan.
2.     Meningkatkan return on assets (ROA) dengan meminimumkan persediaan dan memaksimalkan terjadinya perputaran persediaan (inventory turns).
3.     Meningkatkan return on investment (ROI) dari modal yang dikeluarkan.
4.     Mengintegrasikan rantai persediaan (supply chain) melalui kemitraan dan komunikasi.
5.     Mengurangi ongkos dan menumbuhkan rantai persediaan yang menguntungkan.
6.     Mendukung visi perusahaan dengan memperbaiki pengendalian dan pemindahan bahan.
7.     Meningkatkan efektifitas penggunaan tenaga kerja, perlengkapan, ruang, dan energi.
8.     Meningkatkan kemampuan dalam beradaptasi dan melakukan perawatan.
9.     Menyediakan keamanan dan kepuasan kerja bagi operator.


PERENCANAAN FASILITAS

Perancangan fasilitas didefinisikan sebagai rencana awal atau penataan fasilitas-fasilitas fisik (peralatan, tanah, bangunan, dan perlengkapan) untuk mengoptimasikan hubungan antara personil operasi, aliran material, aliran informasi, dan merupakan metode yang dibutuhkan untuk menciptakan perusahaan yang objektif, efisien, ekonomis, dan memuaskan (Apple, 1990).
 
Pada sistem manufaktur, proses perancangan fasilitas pabrik dapat dilakukan dengan cara Mempelajari proses produksisebagai berikut:
1.     Mempelajari proses produksi melalui:
a.     Pengaturan mesin
b.     Pengaturan peralatan
c.     Pengaturan area kerja
2.     Miminumkan perpindahan material
3.     Menjaga fleksibilitas dari tata letak fasilitas, yang memungkinkan untuk dilakukannya perubahan tata letak
4.     Mengatur aliaran material sedemikian rupa sehingga waktu produksi menjadi sependek mungkin
5.     Memaksimumkan daya guna dari ruangan yang tersedia
6.     Mengurangi keterlambatan produksi
7.     Meningkatkan produktivitas tenaga kerja
8.     Meningkatkan moral dan kepuasan kerja
9.     Memberikan kenyamanan, keamanan, dan kebaikan-kebaikan untuk operator
10.   Mengurangi antrian material yang menunggu untuk diproses
11.   Mengurangi kemungkinan bahaya selama proses produksi dan pengaruhnya terhadap kualitas produk
12.   Mengurangi ongkos pengontrolan, ongkos maintenance, dan lain-lain.

Beberapa ukuran performansi yang menjadi tujuan perancangan fasilitas manufaktur adalah:
1.     Ongkos
Minimasi ongkos produk dan proyek merupakan kepentingan yang utama, walaupun dengan ongkos yang minimum belum tentu memberikan hasil yang terbaik. Diperlukan pengaturan anggaran (budgeting) dalam mengendalikan ongkos proyek.
2.     Kualitas produk
Kualitas adalah hal yang kritis dan sulit untuk diukur. Upaya untuk mencapai tingkat kualitas yang diinginkan adalah dengan memilih perlengkapan, merancang stasiun kerja, dan menyusun metode kerja yang dapat menghasilkan produkproduk yang berkualitas.
3.     Efektifitas penggunaan sumber daya
a.     Penempatan kamar kecil, ruang ganti, dan kantin yang dapat berdampak pada produktivitas tenaga kerja.
b.     Karena ongkos pengadaan perlengkapan dan operasinya mahal, maka sebagian dari ongkos ini harus dibebankan pada tiap produk yang diproduksi pada mesin-mesin.
c.     Tinggi ruangan perlu dimanfaatkan sama seperti menggunakan lebar ruangan.
Tenaga kerja, perlengkapan, ruang, dan energi merupakan sumber daya perusahaan yang perlu digunakan secara efektif. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
4.     Waktu pengiriman
Usahakan memulai produksi sesuai waktunya dan memenuhi jadwal pengiriman dan segala ongkosnya.
5.     Fleksibilitas
Membangun fleksibilitas dalam perencanaan fasilitas bertujuan untuk mengantisipasi pertumbuhan dan perubahan di masa depan
6.     Persediaan/inventory
Usahakan untuk mengurangi atau menghilangkan persediaan yang berlebihan.
7.     Keamanan dan kenyamanan bagi pekerja
Keamanan bagi pekerja merupakan suatu tanggung jawab hukum dan moral bagi perancang fasilitas.

0 komentar:

Posting Komentar