Setelah Berkunjung Silahkan Berkomentar

Riko Anwar Saputra

Selasa, 08 Januari 2013

Manajemen catring


Pendahuluan
Katering merupakan salah satu bentuk usaha dari industri jasa ( Hospitality
Industry), dimana produk utamanya adalah penjualan makanan dan minuman dengan
pelayanan jasa lainnya yang berorientasi pada kepuasan konsumen. Pada pengelolaan
usahanya, katering menangani penyediaan makanan dan minuman di tempat dimana
produk usaha itu diselenggarakan  ( In-side catering) atau produk makanan dan minuman
di bawa ke luar tempat produksinya ( out-side catering). Penanganan tersebut mencakup
dua aspek yaitu aspek pertama berkaitan dengan   penyediaan makanan dan minuman
yang memenuhi harapan konsumen   seperti kualitas produk dilihat dari sisi organoleptik
dan visual, keamanan , kenyamanan, jumlah yang sesuai dengan pesanan, ketepatan
waktu, dan harga yang relatif terjangkau bagi konsumennya. Aspek kedua berkaitan
dengan penjualan  makanan dan  minuman produk usaha katering.
Penanganan usaha jasa katering ada yang berada di  bawah koordinasi perusahaan
tertentu, hotel atau organisasi sejenis, sehingga menjadi bagian yang selama ini populer
dengan  divisi    food and beverage    di bawah manajemen tingkat menengah atau
manajemen operasi  lembaga bersangkutan. Ada juga usaha jasa katering yang berdiri
sendiri - independent -   bukan merupakan bagian dari satu unit usaha lembaga tertentu.
Pada dasasarnya penggorganisasian tersebut  tidak memberikan perbedaan yang prinsip 2
sebab merupakan bagian dari pendekatan manajemen untuk menjalankan fungsi bisnis
dalam  menghasilkan output yang baik.
Para penulis   buku sumber yang      berkaitan dengan  usaha jasa katering,
memfokuskan  kajian  utama mereka  lebih tajam pada  pengelolaan dan penanganan
penyediaan makanan dan minuman secara profesional sehingga membutuhkan orangorang untuk suatu system pengelolaan yang  memiliki profesi di bidangnya. Produk
bisnis  jasa katering terfokus pada makanan dan minuman yang memberi dampak sensitif
terhadap kesehatan   konsumennya, oleh karena itu pengendalian kualitas produk
berkaitan dengan suatu system pengelolaan bahan makanan oleh orang-orang yang 
kompeten di bidangnya, memanfaatkan berbagai metoda penanganan bahan makanan
dengan berbagai teknik mengolah bahan makanan sehingga menjadi makanan yang aman
– sehat dan berpenampilan menarik, menggunakan peralatan yang tepat dan akurat
ditunjang oleh pengendalian dana dan upaya pemasaran yang dapat memberikan
kontribusi pada lancarnya arus perjalanan suatu “ Bisnis” yang memiliki nilai benefit bagi
produsen dan konsumen.
Motivasi konsumen datang ke bisnis  jasa katering  sangat beragam, namun bisa
dikelompokan pada 3 katagori utama yaitu : pertama konsumen datang untuk memenuhi
kebutuhan fisiknya sebagai pemenuhan  kebutuhan dasar ( betul betul karena rasa lapar   )
, kedua ; konsumen datang  untuk memenuhi kebutuhan  “rasa aman dan harga diri’              
( selain lapar dia membutuhkan makanan dan lingkungan makan yang sehat dan nyaman,
dan cenderung mencari suasana  baru yang bertujuan rekreatif)  , ketiga konsumen datang
ke bisnis jasa katering untuk memenuhi kebutuhan “aktualisasi diri”      ( konsumen yang
datang bukan karena lapar secara fisik namun dia  memiliki tujuan menempatkan dirinya 3
atau kelompoknya dalam status sosial ekonominya yang menurut persepsi dia  berkelas
atau di atas standar- kadang-kadang  bagi konsumen kelompok ini   makan hanya
sebagai media untuk mencapai tujuan lain misalnya dalam rangka  membangun jaringan
komunikasi  di antara rekan usaha atau  aktivitas lain atau sekedar ingin mendapat
pengakuan dari peer groupnya ). Berangkat dari kecenderungan motivasi konsumen tadi
maka bermunculan bisnis jasa katering yang bisa melayani kebutuhan konsumennya di
berbagai tempat yang potensial, sehingga dalam perkembangannya di Indonesia lahir
macam-macam istilah untuk tempat usaha jasa katering seperti ;  cafĂ© – kantin – rumah
makan  - restoran  – katering pesta, dan masih banyak istilah lain dengan memiliki
karakteristik khusus.

0 komentar:

Posting Komentar